Berita

Tim Gerakan Furudul Ainiyah Matsapro Gelar Munajat Rabu Wekasan di Masjid Al-Azhar

Humas Matsapro– Dalam  rangka memperingati Rabu Wekasan, Tim Gerakan Furudul Ainiyah (Gefa) MTsN 1 Probolinggo menyelenggarakan Munajat dan Do’a Bersama di Masjid madrasah  pada rabu pagi (20/8/2025). Kegiatan  ini diikuti oleh Stekholder Madrasah; guru, karyawan dan seluruh siswa.

Rabu Wekasan, dikenal dalam tradisi Islam sebagai momentum untuk memperbanyak do’a, dzikir, dan memohon perlindungan dari segala bentuk bala’ dan musibah. Hal ini berdasarkan keterangan dalam kitab Kanzun Najah Wassurur dan Mujarrobat Ad-Dairobi; Sebagian Ulama’ Ahli Kassyaf Wattamkin menyebutkan bahwa Allah SWT menurunkan 320.000 Bala’ musibah dalam satu tahun tepat pada hari Rabu Terakhir bulan Shafar. Menyikapi hal tersebut, Tim Gerakan Furudlul Ainiyah yang merupakan garda terdepan dalam kegiatan keagamaan MTsN 1 Probolinggo mengambil peran dalam menyelenggarakan acara ini dengan penuh kekhusyukan, melalui riyadloh ini diharapkan Negara Indonesia umumnya dan seluruh keluarga besar MTsN 1 Probolinggo khususnya dijauhkan oleh Allah dari segala macam bala’ musibah.

Kegiatan dimulai pada pukul 07.00 WIB dengan pembacaan Surah Yasin satu kali (lafadz Salamun Qoulan Mirrobbirrahiim diulang sebanyak 313 x) yang dipimpin oleh Ustadz Nur Halim, S.Ag., dilanjutkan dengan Sholat Hajat Lidaf’il Bala’ 4 roka’at (2 x salam) kemudian Munajat dan Do’a tola’ bala’ yang dipimpin oleh Ustadz Ahmad Fadloli, S.HI.

“Munajat Rabu Wekasan ini adalah bentuk ikhtiar spiritual kita kepada Allah SWT, agar diberi keselamatan, kesehatan, dan perlindungan dari segala marabahaya, khususnya bagi seluruh warga madrasah,” ujar Ustadz Ahmad Fadloli, S.HI. Ketua Tim Gefa dalam sambutannya.

Para siswa yang tergabung dalam Tim Gerakan Furudlul Ainiyah juga menunjukkan peran aktif dalam memimpin pembacaan dzikir, shalawat, dan doa-doa pilihan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang pembinaan akhlak dan keimanan bagi siswa, sejalan dengan visi madrasah dalam menanamkan nilai-nilai religius sejak dini.

Kegiatan ditutup dengan pembacaan syair-syair Burdah dengan harapan agar madrasah senantiasa diberkahi serta dijauhkan dari musibah di tahun-tahun mendatang.